Pages

Selasa, 01 Maret 2016

Resensi Novel "Diary Hantu"

Haaaiiii.....
Kita ketemu lagi....
Kali ini aku mau share resensi novel Diary Hantu. Novel ini memang udah lama banget terbitnya.
So, enjoy yaaaa.... semoga bermanfaat :)



Resensi Novel “Diary Hantu”
 
     


    
1.    Identitas Buku

Judul Buku /Novel      : Diary Hantu
Penulis                         : Donatus A.Nugroho & Mahdafius
Penerbit                       : Aksara 13, Grup Puspa Swara, Anggota Ikapi
Tahun Terbit                : 2008
Cetakan                       : Jakarta 2008
Tebal Buku                  : vii+178 halaman
Harga Buku                 : Rp.20.000
ISBN                           : 978 979 1481 748

2.    Kepengarangan

Latar Belakang Penulis
1.      Tentang Mahdafius
Lahir 21 Oktober 1985 di kota kecil Situbondo. Memakai nama pena Mahdafius, Ahmad Sufiatus Rahman memulai menulis dan menggambar secara berimbang sejak SD. Komik Doraemon dan Kungfu Boy membuatnya tergugah untuk membuat komik pertamanya di kelas lima. Kemampuan menulis terasah ketika menjabat sebagai Pimred majlah sekolah.
Beranjak dewasa merantau ke kota Malang dan belajar desain komunikasi visual. Komik pendek yang bertema Say No To Drugs mengantarkannya pertama kali ke kota Jakarta untuk menerima penghargaan.
Perkenalan jarak jauh dengan Donatus A. Nugroho mengantarkannya semakin dekat dengan dunia penulisan buku. Cerpen-cerpen misteri hasil kolaborasi dengan Donatus telah diterbitkan. Banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkannya dari Donatus sebagai modal penulisan berikutnya.

2.      Tentang Donatus
Lahir di Blora, Jawa Tengah. Sarjana Pendidikan IKIP Negeri Semarang ini juga sempat menekuni pendidikan seni rupa dan psikologi. Minatnya menulis tumbuh sejak masih kanak-kanak. Ketika memiliki umur 10 tahun sudah punya perpustakaan umum yang menyewakan komik dan novel.  Mulai menulis sejak 1982 untuk segmen pembaca remaja dan anak-anak, hingga kini sudah menulis lebih dari 1000 judul fiksi (cerpen, novel dan novelet, termasuk dongeng dan cerpen anak) yang telah dipublikasikan. Selebihnya adalah ratusan artikel popular, psikologi, dan pendidikan serta liputan.
Memenangkan banyak penghargaan dibidang kepenulisan tahun 1990-an, diantaranya juara III dan Juara Harapan Lomba Mengarang Cerpen Majalah Aneka 1990. Lalu, Juara II Sayembara Mengarang Cerpen Gadis 1991, Juara I Lomba Cipta Cerpen Remaja Anita Cemerlang 1992, dan masih banyak lagi. Terpilih sebagai Penulis Paling Produktif dan Penulis Favorit Pilihan Oembaca Majalah Anita.

3.    Sinopsis
Diary Hantu
Novel ini menceritakan tentang pembunuhan berantai yang terjadi di SMA Multatuli. Pembunuhan ini terjadi semenjak kematian tragis siswi bernama Erin, murid terpintar, yang sangat introfert. Ia selalu menyendiri dan tidak ingin bergabung dengan teman-temannya. Erin juga selalu menulis di buku hariannya. Ia lebih senang menyendiri, sambil menulis tentang kehidupannya dibuku harian itu. Rossi, teman sekelas Erin sangat penasaran dengan kehidupan yang dialami oleh Erin. Rossi ingin tahu, bagaimana kehidupan Erin yang sangat sepi. Diam-diam Rossi menyelidiki Erin salah satunya dengan cara membaca isi buku harian Erin yang setiap hari ditulis oleh Erin. Buku harian tersebut diberi nama oleh Erin dengan sebutan Dera, Rossi menganggap bahwa Erin sudah gila. Dan ternyata, Erin berasal dari keluarga yang broken home. Ibu Erin kerja sebagai jurnalis, reporter, dan wartawan. Sehingga, Erin tidak pernah mendapatkan kasih sayang sedikit pun dari ibunya yang sibuk dengan pekerjaannya diluar kota. Erin hidup sendirian, itu yang menyebabkan ia lebih banyak menyendiri. Setelah Rossi mengetahuinya, ternyata hidup Erin hampir sama dengan dirinya. Bedanya, Rossi masih tetap tinggal dengan sang Ayah yang bekerja sebagai sopir bus. Rossi selalu berusaha menjadi jiwa yang pemberani, ceria, dan memiliki banyak teman. Sahabat Rossi, Meira dan Reni pun turut menemani kehidupan Rossi sehari-hari.
Rasa penasaran Rossi semakin kuat. Rossi masih ingin mengetahui lebih lanjut kehidupan Erin. Sampai pada akhirnya, Rossi memutuskan ingin menjadi sahabat Erin, karena Ia ingin tahu lebih banyak kehidupan Erin yang sangat misterius. Seiring berjalannya waktu, Rossi berhasil masuk kedalam kehidupan Erin. Rossi berhasil menjadi sahabat baik Erin. Awalnya Erin curiga atas niat baik Rossi yang tiba-tiba mau menjadi temannya. Tapi, karena Rossi rela dihukum karena bertengkar oleh Ardian, si cowok jahil yang sudah berhasil menyembunyikan buku harian Erin, maka dari itu, Erin pun mau menjadi teman baiknya Rossi.
Beberapa minggu setelah Rossi dan Erin mulai akrab, Meira, Reni, dan Ardian merencanakan sesuatu yang jahat. Meira, sahabat Rossi sebelum Rossi menjadi temannya Erin merasa iri karena sekarang Rossi lebih akrab dengan Erin yang menurutnya sama sekali tidak selevel dengan dirinya. Meira dengan sengaja menyuruh Ardian untuk mencuri buku harian milik Erin dan isi buku diary tersebut sengaja dibacakan oleh Ardian didepan kelas dengan suara lantang. Erin sangat marah mengetahui kejadian itu. Erin mengira mereka semua bersekongkol dengan Rossi. Dengan derai air mata, Erin berlari menuju gerbang sekolah diikuti teriakkan Rossi dari belakang yang memanggil namanya. Namun Erin menghiraukannya dan terus berlari, sampai pada akhirnya, Erin tertabrak truk tangki minyak dari arah sebelah kanan. Aspal yang pada saat itu kering, kini berubah menjadi warna merah darah segar. Tubuh Erin tersungkur lemah. Tangan kirinya hancur dilindas ban truk. Wajahnya berlumuran darah. Matanya sayup-sayup dan dengan sekuat tenaga Erin memberikan buku harian tersebut yang berhasil direbut olehnya dari tangan Ardian kepada Rossi yang sudah berada disebelahnya sambil menangis menyebut namanya. Rossi sangat menyesal. Rossi sama sekali tidak terlibat dalam aksi perbuatan jahat teman-temannya. Tetapi Erin mengira, ini semua rencana Rossi.
Beberapa hari semenjak kepergian Erin, buku harian milik Erin tetap disimpan dan diletakkan di laci meja belajar milik Rossi. Rossi sudah tidak mau mengingat-ingat kejadian tragis itu. Rossi tidak ingin terlarut dalam kesedihan. Tapi siapa sangka, kejadian aneh disekitar Rossi mulai terjadi. Arwah Erin gentayangan dan selalu menghantui Rossi. Tiba-tiba disetiap dinding, meja, kaca, atupun buku diari milik Erin selalu bertuliskan kata-kata misterius yang ditulis oleh Erin. Erin sangat ingin membalas dendam kepada teman teman sekelasnya dulu. Dan Erin berniat ingin membunuh mereka yang dulu sering membully Erin. Seketika Meira ditemukan tewas dipinggir jalan dengan bekas leher seperi cekikan kabel. Ardian si cowok jahil yang suka mengusik Erin ditemukan tewas di koridor sekolah. Lalu, Feryan si cowok pintar yang sama sekali tidak pernah punya salah dengan Erin pun ikut terbunuh dengan diberi racun sianida kedalam roti jajanannya. Polisi terus menyelidiki kasus tersebut. Sampai pada akhirnya terungkap sudah siapa pelakunya. Pelakunya adalah Pak Sunarba, tukang kebun SMA Multatuli. Ternyata Pak Sunarba adalah ayah kandung Erin. Sunarba adalah nama samarannya sebagai tukang kebun. Pak Sunarya atau Sunarba adalah seorang pengusaha sukses pada awalnya. Teman-teman Pak Sunarya berkhianat, mengambil seluruh kekayaannya hingga tidak ada lagi yang tersisa., termasuk rumah dan semua isinya yang disita perusahaannya sendiri yang telah diambil alih. Ramses, petugas muda kepolisian yang gagah dan berwibawa menduga kuat bahwa Pak Sunarya pelakunya karena para korban adalah anak para mantan pegawai yang mengkhianatinya.  Erin menulis untuk dibaca oleh ayahnya sendiri yang menyamar sebagai penjaga kebun hampir bersamaan dengan masuknya Erin menjadi murid baru. Itu sebabnya, Erin tidak pernah keluar dari dalam kelas. Bangkunya pun tepat berada dipojok kelas yang bersebelahan dengan jendela yang mengarah ke kebun belakang sekolah. Ia punya waktu dan tempat yang tepat untuk berkomunikasi dengan ayahnya melalui tulisan dibuku hariannya. Pak Sunarba yang bebas keluar masuk keluar kelas dengan mudah membaca buku harian Erin yang sengaja ditinggalkan di laci meja. Lalu Pak Sunarba resmi ditahan atas kasus pembunuhan berantai. Dan arwah Erin pun sudah tenang dialam sana.
4.    Keunggulan Buku
1.      Novel ini menggunakan bahasa komunikatif yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari
2.      Novel ini mengandung amanat bahwa kita hidup tidak boleh menjadi pendendam.
3.      Dalam buku ini, terdapat biografi dari penulisnya. Sehingga pembaca bisa mengetahui tentang kehidupan biografi penulis buku
4.      Bisa membuat para pembaca ikut tegang dalam cerita, terutama saat kejadian-kejadian horror sedang terjadi

5.    Kelemahan Buku
1.      Ceritanya sangat membuat pembaca harus berimajinasi terutama pada saat hantu Erin datang dan mulai menuliskan kalimat ancaman berupa cairan darah dibuku, meja, dinding, dan kaca. Karena jika di fikir dengan akal sehat, tidak ada hantu bisa meneror manusia dengan menulis kalimat ancaman.
2.      Dalam buku ini masih terdapat penulisan yang salah pada kata atau kalimat.
3.      Konflik yang terjadi terlalu rumit. Pembunuhan berantai belum terselesaikan, tetapi sudah muncul pembunuhan selanjutnya. Sehingga membuat pembaca harus lebih memahami isi cerita.

6.    Unsur-Unsur Intrinsik
1.      Tema
Buku ini menceritakan Pembunuhan berantai yang meneror SMA Mulitatuli.

2.      Tokoh
·         Erin                 : Pendiam, introfert, tidak mudah bergaul, pendendam, pintar
·         Rossi               : Ceria, mudah bergaul, ambisius, pemberani, jujur, pemaaf
·         Feryan             : Pintar, cool, baik hati, penyayang, dan tidak sombong.
·         Ardian             : Jahat, jahil atau usil, pembully, playboy, sombong
·         Meira               : Jahat, sombong, jutek, pendendam, cerewet
·         Reni                 : Penakut, terkadang jahat, terkadang baik, cerewet, pemaaf
·         Bu Tami          : Bijaksana, berwibawa, baik, peduli, dan penyayang
·         Pak Sunarba    : Pendendam, pembunuh.
·         Ayah Rossi                  : Baik, pekerja keras, penyayang, berwibawa, dan bijaksana
·         Ramses (Polisi)            : Berwibawa, bijaksana, pemberani, adil dan jujur

3.      Latar
1.      Latar tempat : Sekolah, Desa Wanasari, rumah Rossi, rumah Erin, taman, kantin sekolah, laboratorium, jalan raya.
2.      Latar waktu    : Pagi, siang, sore, malam.
3.      Latar suasana : Saat sedang menceritakan arwah Erin bergentayangan, suasana sangat tegang. Tapi pada saat Erin dan teman-teman tewas dan menjadi korban pembunuhan suasana berubah menjadi sedih.

4.    Sudut Pandang

Sudut pandang dalam novel tersebut adalah sudut pandang ke tiga serba tahu

5.    Alur
Novel ini menggunakan alur maju. Terutama pada saat pembunuhan berantai, hari demi hari banyak kejadian-kejadian yang mengerikan.

6.    Amanat
Amanat dalam cerita ini adalah, kita hidup jangan menjadi seorang yang pendendam dan harus saling memaafkan dan mengikhlaskan apa yang terjadi. Karena dengan rasa dendam, akan menjadi seorang pribadi yang buruk dan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.







 
Baca Selengkapnya »»  

Minggu, 14 Februari 2016

Antara Aku dan Dia

Ketika Hati Bertepuk Sebelah Tangan.....

Aku seorang pelajar SMA. Ini kisah cintaku yang hanya bertepuk sebelah tangan. Ini terjadi saat aku menduduki kelas X. Aku juga belum tau, akan berakhir seperti apa kisah cintaku ini......

Aku mencintai pria yg berparas tampan, tinggi, dan berkulit putih, bermata sipit , tapi berwajah jutek dan dingin. Dia kakak kelas-ku. Aku tak tahu, mengapa aku bisa mencintainya. Awalnya aku tak mengetahui bahwa aku mencintainya. Aku berusaha untuk menepis rasa yg selama ini menghampiri ku. Tapi, semakin lama aku menepis, semakin aku merasakan dengan jelasnya rasa yang semua orang bilang adalah "cinta". Pada hakikatnya cinta ini suci. Aku tak mau menghendaki takdir Allah swt. Aku hanya bisa memandangnya diam-diam. Merindukannya lewat doaku yang sunyi, agar ia selalu dilindungi oleh-Nya.

Aku sangat penasaran dengan pria yang aku cintai. Diam-diam, aku mencari tahu tentang keluarganya, asal-usulnya, dan terutama kepribadiannya. Aku mencari informasi tersebut lewat sahabat-sahabatku disekolah. Mereka bilang, tak hanya aku yang juga tertarik padanya, tapi ada beberapa cewek disekolahku yang juga tertarik padanya. Wajar... dia pria tampan. Hampir semua orang didunia ini mencintai hanya karena fisiknya, termasuk aku.

Setelah beberapa hari sahabat-sahabatku itu mencari tahu informasi pria itu, banyak sekali yang awalnya belum aku ketahui. Pria itu berasal dari keluarga yang sederhana. Ibunya meninggal sejak ia kelas 5 SD. Ayah nya menikahi wanita lain, dan semenjak itu ia tinggal dengan nenek dan kakeknya beserta tantenya hingga saat ini. Dia cowok yang dari tampangnya jutek, dan menutup diri. Tapi, sahabat-sahabatku bilang, dia adalah pria yang sebenarnya hangat, pandai, dan friendly. Aku agak senang mendengarnya. Tapiiii.... ada 1 hal lagi informasi tentang pria itu, informasi ini sudah menjawab pertanyaanku semenjak aku mengenalnya. Aku selalu bertanya, mengapa pria ini tak pernah ada di masjid. Aku tak pernah melihatnya sholat di masjid sekolah. Ternyata, sahabatku bilang, dia adalah seorang illuminati dan atheis "deg". Mereka bilang, Dia selalu membaca buku yang berbau tentang illuminati. Dia tidak percaya semua agama. Dia sangat faham ilmu-ilmu fislafat yang sudah melencang dari ajaran agama. Setahuku, Dia Islam. Tapi, kenyataannya seperti itu. Dia memang Islam, tapi Dia bukan Islam yang Allah inginkan. Sahabatku bilang, keluarga nya mengetahui hal ini, tapi apalah daya. Dia juga orang yang sangat keras kepala. Dia gak pernah mau mendengar nasehat keluarganya. Ini terjadi semenjak ibunya meninggal sampai ia beranjak dewasa.

Aku sedih hati mendengarnya. Aku menyesal mengetahuinya. Aku mencintai seorang pria atheis. Astaghfirullaaah... Aku tersadar, ini akibat cinta karna fisik. Aku menyesal mencintainya hanya karna ia berwajah tampan. Untuk apa tampan , tapi kalau tidak sholeh. Dia bukan pangeran yang selama ini aku impikan.

Semenjak aku mengetahuinya, doa ku semakin kuat. Aku selalu mendoakannya agar Ia sadar. Agar ia mendapatkan hidayah dari Allah swt dan berubah menjadi pria sholeh. Aku juga ingin, Dia mendapatkan jodoh yang begitu sholehah, agar ia benar-benar bisa berubah dan mau kembali ke jalan Allah swt. Aku gak pernah berharap, aku bisa menjadi pendamping hidupnya. Toh dia gak mencintaiku, walaupun sebenarnya ia tahu, ada aku yang selalu mencintainya. Aku bisa merasakan, dia mengetahui perasaan ini. Sungguh malu. Aku malu, mencintainya, tapi ia sudah mengetahui perasaan ini. Aku selalu salah tingkah setiap kali bertemu dengannya. Entah di parkiran sekolah, koridor sekolah, kantin, ataupun di jalan.

2 Tahun berlalu....
Aku lewati hari-hariku seperti biasanya. Dan, tetap. Aku masih mencintainya. Selama 2 tahun, aku berusaha untuk menepis bahkan menghapusnya. Tapi semakin aku ingin, justru semakin aku merindukannya dan tambah mencintainya. Maka, aku biarkan perasaan ini tetap ada, hingga 2 tahun kemudian.

Kini Dia sudah lulus SMA dan aku naik ke kelas 12. Dia kuliah di salah satu universitas di Yogyakarta. Dan aku tetap, masih sekolah di SMA yang sama. Kini tantangan ku lebih berat. Aku sudah tidak sering lagi bertemu dengannya. Ia di jogja, aku disini. Tapi tetap, aku selalu berdoa lewat sunyinya malam. Aku ingin ia selalu dalam lindungan Allah swt. 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan... hingga 6 bulan berlalu. Kini aku sangaaaaat merindukannya. Entah kenapa, aku bisa mencintai pria yang sama sekali bukan pria idamanku.

Sudah 2 Tahun 6 bulan aku masih mencintainya. Hingga aku berada di jogja saat acara tour dari sekolah. Aku merasa bahagia sekali, bisa berlibur bersama teman2 seperjuangan ku. Beberapa wisata di jogja sudah kami kunjungi. Salah satunya Malioboro. Aku dan sahabatku belanja sana sini hingga kami sepakat untuk istirahat di rumah nenek temanku yang dekat dengan Malioboro. Karena belum saatnya balik ke Bis, kami berjalan kaki ke rumah nenek temanku. Pas aku disana, aku cek hp. buka BBM, di RU teman 1 sekolah ku bilang, bahwa ada pria yang aku cintai di Malioboro. Aku terkaget membacanya. Akhirnya, aku izin balik ke Malioboro demi melihat pria yang selama ini aku cintai. Sampai di Malioboro aku sama sekali tidak melihatnya. Teman2 ku banyak yang cerita, kalau mereka bertemu dengan pria itu. Sedangkan aku, berdiri di bawah gerimisnya hujan, dengan perasaan campur aduk, karena aku tidak melihatnya. Padahal aku sangat merindukannya.... Aku berfikir, kalau Allah bilang tidak, semuanya tidak akan terjadi.

Sepulang aku dari jogja. sekitar 1 bulan kemudian. Aku banyak mendengar dari cerita alumni ku, kalau sekarang, mahasiswa/mahasiswi sedang libur semester dan diizinkan pulang kerumah asalnya masing2. Aku juga berfikir kalau Dia pasti sudah pulang, dan saat ini ada dirumahnya. Tapi, aku sudah lelah mengejarnya. Kini aku sudah tidak mau terlalu fokus dengan perasaan ini. Aku hanya ingin fokus ke Ujian Nasionalku yang kurang lebih 2 bulan lagi.

Tapi..... Allah mempertemukan kita lagi.....
Aku bertemu dengannya ketika aku melewati depan rumahnya, menuju pulang ke rumah ku dari rumah sakit. Singkat cerita, aku mengantarkan sepupu ku ke rumahnya. Dan kebetulan, rumah sepupu ku, tak jauh dengan rumah Pria itu. Saat aku ingin pulang ke rumah ku, otomatis aku harus melewati depan rumahnya. Karena hanya ada 1 jalan. Perlahan, aku mengendarai mobil ku. Yaa... semenjak Ayahku meninggal, aku tertuntut untuk bisa menggantikan posisi ayahku sebagai supir keluarga-ku.
Perlahan aku melewati rumahnya dan ternyata, ia ada di depan rumahnya ingin menyebrangi jalan melewati depan mobilku. Ia melihatku, dan aku melihatnya. Suasana pada malam itu dingin mencekam dan gerimis hujan rintik-rintik. Di tambah DVD Player mobilku sedang memutarkan lagu Afgan _ Jodoh Pasti Bertemu. Astaghfirullaaah... Aku Baper. Hampir saja aku meneteskan air mata. Aku teringat akan kuasa Allah. Allah begitu adil. Memang di Malioboro aku tidak bertemu, tapi kita dipertemukan di situasi yang pada saat itu. hanya ada kita berdua. Bagiku itu pertemuan yang spesial. Tapi lagi-lagi aku berusaha melawan perasaan baper-ku. Lalu aku melanjutkan perjalanan. Sekilas aku melihat di spion mobilku, bahwa ia memperhatikanku melintas pergi menjauhinya.......

Ini terakhir aku bertemu dengannya, setelah aku lama tak berjumpa.
Aku tak tahu apa yang terjadi kemudian. Entah dia jodohku atau bukan. Yang pasti aku tetap ingin dia menjadi pria sholeh. Dan berubah menjadi pangeran impianku.
Ini kisah nyataku.....
Nanti, kalau ada cerita lagi tentang aku dan dia, pasti akan aku ceritakan lagi disini....
Wassalamu'alaikum....
Baca Selengkapnya »»  

Sabtu, 12 September 2015

Akhirrnyaaaaaa xD

Huuuuuuuuaaaaaaaaaaaa...
Tau gak ? Hari ini gue seneng banget. Kenapa ? Karena pengalaman hidup gue nambah satu. Mau tau apa ?


Naaaah, kenalin nama gue Syaffira, jadi gini, bulan kemarin tepatnya tanggal 16 Agustus 2015, gue ikut olimpide gitu, namanya OLMIPA 2015.
Olmipa itu, olimpiade mat,fis,kim,and bio, yang diadakan FMIPA Universitas Brawijaya yang serentak diadain di seluruh Jawa dan Bali.

Ya walaupun gak menang tapi gue seneng, bisa ikut olimpiade, dan koleksi sertifikat gue nambah. Kan di Olmipa gue gak menang nih, gue sama temen2 gue lagi mau ikut lomba lagi di Universitas lain. Siapa tau gue bisa kecipratan bisa masuk ke Universitas itu.. Amiiiin xD
Sebelumnya, gue udah 2x ikut OSK Kab Bekasi bidang Ekonomi, tapi belum rejeki ya teman.. :D Anehnya gue anak IPA, tapi gue olimpiadenya bidang Ekonomi, secara kita tahu, ekonomi itu jurusan IPS.

So, buat kalian yang baca ini, doain gue ya, biar gue bisa menang dan masuk ke babak selanjutnya di Olimpiade gue selanjutnya yang bertemakan versi gue sendiri "Jangan pernah berhenti nyari sertifikat olimpiade, siapa tahu lo lagi hoki" wkwkwkwk :D
Dan juga, pesan dari gue, terus raih cita cita mu, belajar lebih giat lagi, cari terus pengalaman yang bermanfaat dan jadikan pengalaman itu bahan pembelajaran buat lo semua. Jangan lupa lagi, sholat dan do'anya ya. Karena ilmu tidak akan bisa berdiri sendiri, jika taqwa tidak menopangnya !

Wassalamu'alaikum.....



*Hanya sekedar foto waktu ikut OLMIPA 2015

Baca Selengkapnya »»  

Aku, Kamu, dan Kita

Hy Bloggers.....
Huuuuuuaaaa maaf ya gue baru sempet nulis lagi......
Insyaallah, kalau ada waktu lagi, lain kali gue ngepost lagi....

Kali ini gue mau ngeshare aja nih, tentang hidup gue yang ...... *tuuut* . Yang apa ajalah terserah kalian mau bilang apa. Hehehe :D

Gue pelajar SMA N 1Cikarang Barat. Ada yg tau dimana ? Yang pastinya di Cikarang Barat *lol*
Gue anak pertama dari dua bersaudara. Siapa disini yang anak pertama ? Kita senasib berarti,wkwk

Gue sama kok kayak kalian, seorang remaja yang ingin menjadi seseorang yang bisa menembus cakrawala dunia. *Wuuuuushh Badai.... xD
Hobi ? Banyak..... musik,reading,makan,tidur. loh ?
Cita cita ? Ya itu tadi, gue ingin menjadi seseorang yang bisa menembus cakrawala dunia. Gue sekarang kelas 3 SMA. Alias kelas 12. Naaahloooh ? Mau lulus nih gue. Aminn... Tepatnya XII MIA 4.
Sedikit gue share tentang MIA 4. Beranggotakan 40, 39, 38, 39, 40. Maksudnya gue fase anggotanya selalu berubah-ubah gitu.... Kelas paling berisik, sumpah ! Dikelas gue terkenal galak,jutek. Kenapa ? Karena temen2 gue kalo dibaikin malah ngelunjak dan susah diatur. Apalagi sekarang nih yaaa, kelas gue kebagian jadi petugas upacara, dan mereka langsung minta tolong nya ke gue. Secara gitu, gue anak Paskibra gak jadi. Selama latihan upacara semuanya diserahin ke gue. Tapi mereka semua susah diaturnya... =)
Taaaaaaapppppiiiiiiiiiii....... GUE SAYANG SAMA MEREKA SEMUA. *capslockjebol
Kenapa ? Karena gue nyaman sama mereka, ya walaupun kadang ngeselin. Mereka superduper gokil, seru, brutal, dan apalagi yaa ? banyak deh....

Sahabat ? Ada niihhh....


Naaahh... mereka ini sahabat gue dari kelas X. Awalnya kita sekelas, tapi semenjak moving class, kita kepisaaah =(
Tapi tetep sahabatan yaaaapsss

Banyak banget sejumlah orang yang nanya. Kak Fira lulus mau lanjut kemana ?
Menurut gue, itu pertanyaan paling horor.
Tapi itu dulu. Sekarang udah engga kok. Pokoknya setiap ada yang nanya kayak gitu sekarang gue dengan lantang menjawab POLTEKKES JAKARTA II. Aaaaaamiiiiiinnnnnnn :)

Harapan gue saat ini, gue cuma mau, keluarga gue selalu dilindungi sama Allah swt, temen2 gue terutama MIA 4 bisa lulus semua, dan bisa kuliah di PTN / PTS mana aja yang penting kita semua nantinya bakalan jadi manusia berguna. Aaaamiin Ya Rabb.=)

Sekiaaann, and See You Next Time..
Baca Selengkapnya »»  

Selasa, 21 April 2015

Sinopsis Singkat Drama Korea - SPY (seupai)

Sinospis Drama Korea SPY
Drama ini berasal dari drama Israel berjudul “The Gordin Cell” dan dimodifikasi agar sesuai serta berhubungan dengan Korea Utara/Selatan.
Cerita Fiksi ini bermula setelah pengeksekusian (diambil dari kisah nyata) Jenderal Korea Utara yaitu Jang Sung Taek. Suatu hari sebuah perintah datang dari Korea Utara, untuk mengaktifkan (menugaskan) kembali mantan mata-mata Park Hye Rim ((Bae Jung Ok) yang telah menghabiskan puluhan tahun di Korea Selatan sebagai ibu rumah tangga biasa. Dia ditugaskan untuk kembali dan membawa serta anaknya Kim Seon Woo ((Kim Jae Joong). Berkepala dingin, jenius serta cerdik Seon Woo adalah seorang analis informasi mengenai Korea Utara yang bekerja untuk NIS (Badan Intelijen Nasional).
Kekasihnya Yoon Jin (Go Sung Hee) adalah pemandu wisata bagi wisatawan Cina yang tidak bisa berbahasa Cina, dan mereka berdua saling jatuh cinta ketika Seon Woo menolongnya menterjemahkan. Hye Rim seketika dipaksa untuk memilih diantara putra tunggalnya atau negaranya, serta mempertaruhkan nyawanya untuk melihat dari pilihan tersebut.
Judul : 스파이 / Spy
Jenis Drama : Cerita Detektif, Keluarga, Roman
Episodes: 16 (Menunggu Konfimasi)
Tayang di Saluran : KBS2
Periode Tayang : 2015-Jan-09 hingga 2015-Feb-27
Hari Tayang : Jumat pukul 21:30 (2 episode berturut-turut)
Para Pemeran :
Pemeran Utama
Kim Jae Joong sebagai Seon Woo
Go Sung Hee sebagai Yoon Jin (Kekasih Seon Woo)
Bae Jung Ok Sebagai Park Hye Rim (Ibunda Seon Woo)
Yoo Oh Sung sebagai Ki Chul (Agen Korea Utara)
Pemeran Pendukung
Jung Won Joong sebagai Kim Woo Suk (Ayah Seon Woo)
Lee Ha Eun sebagai Kim Young Seo (Saudara perempuan Seon Woo)
Kim Min Jae sebagai Jong Hyuk (Atasan Seon Woo)
Jo Dal Hwan sebagai Hyun Tae (Rekan Seon Woo)
Ryu Hye Young sebagai Enya (Rekan Seon woo)
Woohyuk sebagai Jeong Ho (Asisten Ki Chul)
Chae Soo Bin sebagai Soo Yeon (Agen Korea Utara yang bekerja pada NIS)
Production Credits
Director: Park Hyun Suk
Penulis Naskah : Han Sang Woon
Sources: AGB Nielsen Korea
Baca Selengkapnya »»